melintas sekilas

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Laporan: embargo gagal hentikan penjualan senjata

Written By Automotive on Saturday, May 5, 2012 | 10:00 AM

Negara-negara yang terkena embargo senjata mengimpor senjata senilai lebih dari 2,2 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun belakangan ini, kata kelompok bantuan kemanusiaan Oxfam, Kamis dalam satu laporan. Beberapa negara ...
SRC:www.antaranews.com

PBB (ANTARA News)

PBB (ANTARA News) - Negara-negara yang terkena embargo senjata mengimpor senjata senilai lebih dari 2,2 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun belakangan ini, kata kelompok bantuan kemanusiaan Oxfam, Kamis dalam satu laporan.

Beberapa negara berdagang senjata "dalam skala besar" kendatipun dilarang dari pasar bebas, kata kelompok itu.

Myanmar membeli senjata senilai 600 juta dolar AS antara tahun 2000 dan 2010, Iran membeli senjata senilai 574 juta dolar dari tahun 2007 sampai 2010 dan Republik Demokratik Kongo mengeluarkan dana 124 juta dolar AS dari tahun 2000 sampai 2002, kata laporan itu.

Ada 26 embargo senjata yang dikeluarkan PBB, regional atau mulilateral dalam periode ini, katanya.

PBB akan melakukan perudingan mengenai perjanjian perdagangan senjata baru Juli.

Oxfam mengatakan perdagangan ilegal itu harus diatasi dengan membuat undang-undang yang mengikat mengenai penjualan dan pengalihan senjata.

Laporan Oxfam berjudul "The Devil Is In The Detail," mengatakan perdagangan global dalam barang-barang konsumen seperti pisang, kopi dan coklat peraturannya lebih ketat ketimbang perdagangan senjata.

"Tantangan untuk menjamin peraturan baru itu benar-benar kuat. Peraturan itu harus dapat menghentikan transfer senjata di mana mereka dapat meningkatkan konflik, kemiskinan atau pelanggaran hak asasi manusia," kata aktivis pengawas senjata Oxfam Anna Macdonald.

"Embargo-embargo senjata yang ada sejauh ini mudah dilanggar atau diabaikan. Kurang tegasnya peraturaan internasional berarti bahwa negara-negara yang dikenakan embargo telah mengimpor semua senjata yang mereka pilih tanpa kena hukuman."

Oxfam mengatakan ada "satu tambal sulam yang berbelit-belit perjanjian-perjanjian regional dan subregional, tetapi struktur yang lemah dan tidak punya kaitan ini, memungkinkan negara-negara terus mengimpor dan melakukan perdagangan senjata kendatipun ada embargo PBB dan tipe lainnya."

MacDonald menambahkan: "Bagaimana bisa penjualan pisang diawasi lebih ketat ketimbang penjualan senapan mesin?"

Kelompok bantuan kemanusiaan itu mengatakan perjanjian perdagangan senjata baru yang diusulkan itu harus menghambat pengiriman senjata di mana senjata-senjata berbahaya digunakan melanggar hak asasi manusia atau hukum kemanusiaan, atau merusak pembangunan.

"Sikap kami adalah jelas" satu perjanjian yang lemah akan lebih buruk ketimbang tidak ada perjanjian sama sekali karena ini hanyalah mensahkan sistem cacat yang ada," kata MacDonald kepada AFP.
(Uu.H-RN/M016)

Posted by Automotive at 10:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Pemerintah lelang sukuk proyek Rp1 triliun
    Pemerintah akan melelang empat seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara berbasis proyek dengan target indikatif Rp1 trili...
  • Kadin: banyak barang impor tidak sesuai SNI
    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa hingga saat ini, masih banyak barang-barang yang masuk ke Indonesia tidak sesua...
  • Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya
    Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.
  • Pakar: bahan bakar bioetanol perlu mesin khusus
    Penggunaan bahan bakar bioetanol untuk kendaraan bermotor membutuhkan mesin khusus yang mampu menampung uap alkohol, demikian dikatakan Pene...
  • DPD dan institusi lain sepakat cari fakta
    Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan sejumlah institusi lainnya sepakat untuk mencari fakta terkait dengan kasus penembak...
  • Pakar: stop pemborosan biaya branding di BUMN
    Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu berbenah dalam strategi "branding" korporasinya karena saat ini apa yang dilakukan dalam usa...
  • Azarenka kembali nomor satu dunia
    Petenis Belarus, Victoria Azarenka, kembali merebut peringkat satu dunia pada daftar peringkat terakhir yang dirilis hari ini, berkat kemena...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Kawanan perampok bawa kabur delapan kilogram emas
    Kawanan perampok bersenjata api yang beraksi di Toko Emas Matahari, Pasar Lebeng, Cilacap, pagi tadi, membawa kabur sekitar delapan kilogram...
  • Analis: indeks akan menguji "resistance" 4.239
    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis secara teknikal akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dengan menguji re...
 
Copyright © 2011. melintas sekilas . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates