melintas sekilas

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Kadin: banyak barang impor tidak sesuai SNI

Written By Automotive on Wednesday, May 2, 2012 | 7:00 PM

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa hingga saat ini, masih banyak barang-barang yang masuk ke Indonesia tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
SRC:www.antaranews.com

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Suryo Bambang Sulisto (FOTO ANTARA)

Standar mutu bukan hanya terbatas pada daya saing saja, namun juga berkaitan dengan masalah kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat,standarisasi merupakan tanggung jawab semua pihak baik untuk barang yang akan diekspor maupun barang impor.





Jakarta (ANTARA News) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa hingga saat ini, masih banyak barang-barang yang masuk ke Indonesia tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Masih banyak barang-barang yang masuk ke Indonesia bermutu di bawah SNI, dan untuk di dalam negeri sendiri, penggunaan SNI juga masih sangat rendah," kata Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulisto, dalam pidato sambutannya pada "Seminar Nasional Standarisasi," di Jakarta, Selasa.

Bambang mengatakan bahwa dia mengharapakan dari seminar yang diselenggarakan tersebut bisa mencari tahu apa penyebab masuknya barang-barang impor yang masih bermutu di bawah SNI tersebut.

"Selain banyaknya barang impor yang tidak sesuai dengan SNI, yang perlu dibahas adalah mengapa para produsen di dalam negeri juga enggan untuk menggunakan SNI sebagai standar," tambah Bambang.

Selama ini, lanjut Bambang, pembicaraan terkait dengan standarisasi produk lebih difokuskan untuk meningkatkan daya saing produk untuk ekspor, namun, perlu diingat kenyataan bahwa pasar dalam negeri telah dibanjiri barang-barang bermutu rendah.

"Standar mutu bukan hanya terbatas pada daya saing saja, namun juga berkaitan dengan masalah kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat," kata Bambang, yang juga mengatakan bahwa standarisasi merupakan tanggung jawab semua pihak baik untuk barang yang akan diekspor maupun barang impor.

Bambang mengatakan bahwa pasar bebas serta longgarnya hambatan tarif bukan berarti barang-barang yang bermutu rendah bisa masuk ke Indonesia dengan leluasa, oleh karena itu penerapan SNI juga perlu disertai dengan gerakan membudayakan kesadaran atas mutu produk di masyarakat.

"Untuk masyarakat di negara maju pada umumnya sudah mempunyai kesadaran tinggi dalam hal mutu barang yang mengancam kesehatan dan keselamatan mereka, namun untuk masyarakat Indonesia kesadaran tersebut belum cukup tinggi," tambah Bambang.

Dalam pembenahan mutu produk dalam negeri, kata Bambang, pembinaan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), karena dalam kaitan dengan mutu produk-produk dari UMKM menempati posisi yang strategis.

Bambang mengatakan bahwa tujuan dari penggunaan SNI, yang pertama adalah untuk membudayakan kesadaran pentingnya standarisasi mutu produk, kedua melindungi kepentingan masyarakat.

"Tujuan yang ketiga adalah untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri," kata Bambang.

(V003)

Posted by Automotive at 7:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Pemerintah lelang sukuk proyek Rp1 triliun
    Pemerintah akan melelang empat seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara berbasis proyek dengan target indikatif Rp1 trili...
  • Pakar: stop pemborosan biaya branding di BUMN
    Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu berbenah dalam strategi "branding" korporasinya karena saat ini apa yang dilakukan dalam usa...
  • Pakar: bahan bakar bioetanol perlu mesin khusus
    Penggunaan bahan bakar bioetanol untuk kendaraan bermotor membutuhkan mesin khusus yang mampu menampung uap alkohol, demikian dikatakan Pene...
  • Kadin: banyak barang impor tidak sesuai SNI
    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa hingga saat ini, masih banyak barang-barang yang masuk ke Indonesia tidak sesua...
  • Azarenka kembali nomor satu dunia
    Petenis Belarus, Victoria Azarenka, kembali merebut peringkat satu dunia pada daftar peringkat terakhir yang dirilis hari ini, berkat kemena...
  • Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya
    Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.
  • DPD dan institusi lain sepakat cari fakta
    Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan sejumlah institusi lainnya sepakat untuk mencari fakta terkait dengan kasus penembak...
  • Aksi mogok sopir angkot memprotes Bus Trans Bandarlampung berlanjut
    Aksi mogok sopir angkutan kota di Bandarlampung, Provinsi Lampung karena menolak operasional bus cepat Trans Bandarlampung, akan terus berla...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Analis: indeks akan menguji "resistance" 4.239
    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis secara teknikal akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dengan menguji re...
 
Copyright © 2011. melintas sekilas . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates