melintas sekilas

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Wartawan Prancis cedera, hilang di Kolombia

Written By Automotive on Wednesday, May 2, 2012 | 6:00 AM

Seorang wartawan Prancis yang cedera dan tampaknya diculik di Kolombia setelah bentrokan antara pemberontak dan militer masih belum ditemukan pada Ahad (29/4), kata Kementerian Pertahanan Kolombia.
SRC:www.antaranews.com

Jurnalis Perancis Romeo Langlois dalam foto handout yang disebarkan ke media oleh stasiun televis Perancis France 24, di Paris, Perancis, Minggu (29/4). Langlois, yang sedang meliput bersama pasukan keamanan Kolombia dalam melacak pemberontak yang didanai oleh bisnis narkoba, hilang Sabtu lalu setelah terjadi kontak senjata dengan Pasukan Bersenjata Revolusi Kolombia yang menewaskan tiga tentara dan seorang polisi, kata Kementerian Pertahanan. (FOTO ANTARA/REUTERS/France 24 Television/Handout)

Bogota (ANTARA News) - Seorang wartawan Prancis yang cedera dan tampaknya diculik di Kolombia setelah bentrokan antara pemberontak dan militer masih belum ditemukan pada Ahad (29/4), kata Kementerian Pertahanan Kolombia.

Menteri Pertahanan Juan Carlos Pinzon mengatakan kepada wartawan di Florencia, ibu kota Provinsi Caqueta bahwa wartawan kawakan Romeo Langlois --yang menyertai tentara-- "terkena peluru di lengan kirinya" selama baku-tembak kecil di Caqueta.

Prajurit Angkatan Darat Kolombia yang melancarkan operasi kontranarkotika, yang menghancurkan lima laboratorium pemrosesan kokain, terlibat baku-tembak dengan anggota Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), kata Pinzon.

"Di tengah ketegangan dan tekanan, yang mereka alami, (Langlois) memutuskan untuk membuka helmnya dan jaket antipelurunya untuk memperlihatkan ia adalah warga sipil saat ia bergerak menuju daerah tersebut dari tempat gerilyawan melepaskan tembakan," kata Pinzon, yang mengutip keterangan tentara.

Ia menambahkan itu lah yang mereka ketahui sejauh ini mengenai peristiwa tersebut, yang terjadi Sabtu (28/4) di satu daerah yang dikenal dengan nama La Montanita di Caqueta, tempat pemberontak beroperasi dan diduga memperoleh sebagian dana dari penjualan narkotika.

Menteri itu tak mengkonfirmasi apakah wartawan tersebut telah diculik oleh FARC, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin pagi. "Kami tidak tahu secara pasti pada saat ini apa saja yang terjadi pada wartawan itu," katanya.

langlois, koresponden perang dengan pengalaman sedikitnya 12 tahun meliput negara bermasalah Amerika Selatan tersebut, menjadi wartawan lepas buat saluran televisi berita Prancis, France 24, dan surat kabar Le Figaro.

Menteri itu menyeru kelompok pemberontak tersebut agar menjadi keselamatan dan jiwa Langlois, kalau mereka menawan dia.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe memberitahu media Prancis, Ahad (29/4), wartawan tersebut berada di tangan pemberontak Kolombia.

Langlois (35) "diculik" dan "disandera", kata Juppe. Ditambahkannya, kementeriannya akan menjadi penengah dengan pemerintah Kolombia.

Penculikan wartawan tersebut adalah peristiwa pertama dalam beberapa tahun di Kolombia.

Enam anggota pasukan keamanan yang cedera selama pertempuran dengan FARC dibawa ke Florencia untuk dirawat.

Empat personel keamanan tewas selama baku-tembak itu, termasuk seorang sersan, dua prajurit Angkatan Darat dan seorang perwira polisi, kata Pinzon, yang menyatakan satu gerilyawan dikonfirmasi tewas.

"Sedikitnya tujuh (orang lagi) diperkirakan telah tewas", kendati militer tak bisa memastikan sebab gerilyawan membawa pergi mayat anggotanya yang tewas dalam baku-tembak, ia menambahkan.
(C003/A011) 

Posted by Automotive at 6:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Pemerintah lelang sukuk proyek Rp1 triliun
    Pemerintah akan melelang empat seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara berbasis proyek dengan target indikatif Rp1 trili...
  • Pakar: bahan bakar bioetanol perlu mesin khusus
    Penggunaan bahan bakar bioetanol untuk kendaraan bermotor membutuhkan mesin khusus yang mampu menampung uap alkohol, demikian dikatakan Pene...
  • Kadin: banyak barang impor tidak sesuai SNI
    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa hingga saat ini, masih banyak barang-barang yang masuk ke Indonesia tidak sesua...
  • Azarenka kembali nomor satu dunia
    Petenis Belarus, Victoria Azarenka, kembali merebut peringkat satu dunia pada daftar peringkat terakhir yang dirilis hari ini, berkat kemena...
  • Pakar: stop pemborosan biaya branding di BUMN
    Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu berbenah dalam strategi "branding" korporasinya karena saat ini apa yang dilakukan dalam usa...
  • Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya
    Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Analis: indeks akan menguji "resistance" 4.239
    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis secara teknikal akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dengan menguji re...
  • DPD dan institusi lain sepakat cari fakta
    Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan sejumlah institusi lainnya sepakat untuk mencari fakta terkait dengan kasus penembak...
  • Syafii Maarif: agama menghargai kearifan lokal
    Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif menyatakan bahwa agama sangat menghargai dan tidak bertentangan dengan kearifan ...
 
Copyright © 2011. melintas sekilas . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates