melintas sekilas

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Hilangnya debu bintang masih menjadi misteri

Written By Automotive on Saturday, July 7, 2012 | 5:00 AM

Hilangnya debu dalam jumlah besar yang mengelilingi bintang serupa Matahari muda yang disebut TYC 8241 2652 masih menjadi misteri bagi para ahli astronomi.
SRC:www.antaranews.com

Ilustrasi bagaimana debu bintang membentuk cakram mengelilingi planet, seperti yang hilang dari bintang TYC 8241 2652. (NASA/JPL-Tech)

Jakarta (ANTARA News) - Hilangnya debu dalam jumlah besar yang mengelilingi bintang serupa Matahari muda yang disebut TYC 8241 2652 masih menjadi misteri bagi para ahli astronomi.

"Ini seperti trik pesulap klasik: 'sekarang kau melihatnya, sekarang kau tidak.' Hanya saja dalam kasus ini kita bicara tentang debu yang cukup untuk mengisi bagian dalam tata surya dan ini hilang," kata Carl Melis dari University of California, San Diego, yang memimpin studi tentang debu bintang itu.

Menurut hasil studi yang dipublikasikan jurnal ilmiah Nature pada 5 Juli lalu, cincin debu di sekitar TYC 8241 2652 pertama kali terlihat satelit astronomi inframerah (Infrared Astronomical Satellite/IRAS) milik NASA tahun 1983 dan terus berpendar selama 25 tahun.

Debu-debu yang diduga berasal dari tabrakan yang terjadi dalam pembentukan planet itu menyerap energi dari cahaya bintang dan memancarkannya lagi sebagai radiasi inframerah, atau panas.

Indikasi kuat hilangnya piringan debu terlihat dari gambar yang diambil Wide-field Infrared Survey Explorer yang dilakukan oleh NASA.

Gambar infrared dari teleskop Gemini di Chili pada 1 Mei 2012 mengonfirmasi bahwa debu itu telah hilang selama 2,5 tahun.

"Kejadian seperti ini tak pernah terlihat pada beberapa ratus bintang yang menjadi obyek studi ahli astronomi yang mempelajari cincin debu," kata penulis studi yang lain, Ben Zuckerman dari UCLA di laman NASA.

"Hilangnya cincin debu ini merupakan kejadian yang sangat cepat dalam skala waktu manusia, juga pada skala astronomi. Hilangnya debu di TYC 8241 2652 sangat aneh, dan sangat cepat, awalnya saya pikir ada kesalahan aneh dalam observasi kami," katanya.

Para ahli astronomi sudah menyampaikan beberapa kemungkinan mengenai kejadian misterius itu.

Salah satu kemungkinannya adalah bahwa gas yang dihasilkan dalam proses pembentukan debu secara cepat menarik partikel debu ke bintang. Kemungkinan lainnya, tabrakan batu-batu besar menyebabkan debu-debu bintang itu terbagi menjadi bagian bagian yang jauh lebih kecil lagi. (*)

Posted by Automotive at 5:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Pemerintah lelang sukuk proyek Rp1 triliun
    Pemerintah akan melelang empat seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara berbasis proyek dengan target indikatif Rp1 trili...
  • DPD dan institusi lain sepakat cari fakta
    Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan sejumlah institusi lainnya sepakat untuk mencari fakta terkait dengan kasus penembak...
  • Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya
    Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.
  • Pakar: stop pemborosan biaya branding di BUMN
    Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu berbenah dalam strategi "branding" korporasinya karena saat ini apa yang dilakukan dalam usa...
  • Pakar: bahan bakar bioetanol perlu mesin khusus
    Penggunaan bahan bakar bioetanol untuk kendaraan bermotor membutuhkan mesin khusus yang mampu menampung uap alkohol, demikian dikatakan Pene...
  • Azarenka kembali nomor satu dunia
    Petenis Belarus, Victoria Azarenka, kembali merebut peringkat satu dunia pada daftar peringkat terakhir yang dirilis hari ini, berkat kemena...
  • Kadin: banyak barang impor tidak sesuai SNI
    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa hingga saat ini, masih banyak barang-barang yang masuk ke Indonesia tidak sesua...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Pemerintah fasilitasi pemulangan jenazah WNI di AS
    Kementerian Luar Negeri memfasilitasi pemulangan jenazah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) meninggal dunia karena ditembak perampok di So...
  • Syafii Maarif: agama menghargai kearifan lokal
    Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif menyatakan bahwa agama sangat menghargai dan tidak bertentangan dengan kearifan ...
 
Copyright © 2011. melintas sekilas . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates