melintas sekilas

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Kontras desak kepolisian usut kekerasan oknum Zeni Kostrad

Written By Automotive on Tuesday, July 31, 2012 | 11:00 PM

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang dilakukan oknum prajurit TNI dari Zeni Kostrad TNI-AD terhadap dua orang warga Srengseng ...
SRC:www.antaranews.com

Kordinator Kontras, Haris Azhar (FOTO ANTARA)

Kami mendesak TNI untuk menghormati hukum dan menghentikan pendekatan kekerasan


Kepastian hukum orang hilang


Surat Untuk Presiden



Jakarta (ANTARA News) - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengeroyokan yang dilakukan oknum prajurit TNI dari Zeni Kostrad TNI-AD terhadap dua orang warga Srengseng Sawah, Jagakrasa, Jakarta Selatan.

"Kami meminta jajaran Polisi Militer untuk terbuka terhadap kerjasama dengan institusi seperti Polri dan Komnas HAM untuk memastikan akuntabilitas proses hukum terhadap kasus ini," kata Koordinator Kontras, Haris Azhar, di Jakarta, Rabu.

Kontras juga meminta para pihak dalam sengketa ini untuk menggunakan mekanisme hukum ataupun menempuh cara-cara damai lainnya, misalnya pendekatan musyawarah (mediasi) dan menghindari pendekatan serta cara-cara kekerasan.

Kontras pun menyayangkan terjadinya tindak kekerasan yang diduga telah dilakukan oleh oknum prajurit TNI Zeni Kostrad TNI-AD terhadap dua orang warga Srengseng Sawah, yakni Agus Susanto dan Suwarto.

"Kami mendesak TNI untuk menghormati hukum dan menghentikan pendekatan kekerasan dalam kasus sengketa tanah dan perumahan negara," kata Haris.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kontras, peristiwa kekerasan terhadap dua orang warga, yakni Agus Susanto dan Suwarto terjadi pada Selasa (31/7) karena sengketa tanah seluas 500 meter yang berlokasi di RT 04/12 komplek Perumahan Zeni Kostrad 13 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Masyarakat setempat yang merupakan keluarga purnawirawan TNI itu menolak rencana pengosongan paksa yang akan dilakukan oleh Zeni Kostrad TNI-AD.
(ANT)

Posted by Automotive at 11:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Pemerintah lelang sukuk proyek Rp1 triliun
    Pemerintah akan melelang empat seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara berbasis proyek dengan target indikatif Rp1 trili...
  • Kadin: banyak barang impor tidak sesuai SNI
    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa hingga saat ini, masih banyak barang-barang yang masuk ke Indonesia tidak sesua...
  • Pakar: stop pemborosan biaya branding di BUMN
    Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu berbenah dalam strategi "branding" korporasinya karena saat ini apa yang dilakukan dalam usa...
  • Pakar: bahan bakar bioetanol perlu mesin khusus
    Penggunaan bahan bakar bioetanol untuk kendaraan bermotor membutuhkan mesin khusus yang mampu menampung uap alkohol, demikian dikatakan Pene...
  • Azarenka kembali nomor satu dunia
    Petenis Belarus, Victoria Azarenka, kembali merebut peringkat satu dunia pada daftar peringkat terakhir yang dirilis hari ini, berkat kemena...
  • Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya
    Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Analis: indeks akan menguji "resistance" 4.239
    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis secara teknikal akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dengan menguji re...
  • DPD dan institusi lain sepakat cari fakta
    Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan sejumlah institusi lainnya sepakat untuk mencari fakta terkait dengan kasus penembak...
  • Syafii Maarif: agama menghargai kearifan lokal
    Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif menyatakan bahwa agama sangat menghargai dan tidak bertentangan dengan kearifan ...
 
Copyright © 2011. melintas sekilas . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates