melintas sekilas

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

RI kecewa ASEAN gagal capai kesepakatan soal Laut China Selatan

Written By Automotive on Friday, July 13, 2012 | 9:00 AM

Indonesia kecewa terhadap hasil pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang tidak berhasil menyatukan pandangan soal upaya perundingan dengan China menyangkut tata perilaku di wilayah sengketa Laut ...
SRC:www.antaranews.com

Menlu Marty Natalegawa (FOTO ANTARA)

Kamboja telah menunjukkan dirinya sendiri sebagai kuda tunggangan China. Ini akan membuat perundingan soal tata perilaku dengan China menjadi semakin sulit."


Kerjasama RI - Georgia


Konvensi Perlindungan Anak





Phnom Penh (ANTARA News) - Indonesia kecewa terhadap hasil pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang tidak berhasil menyatukan pandangan soal upaya perundingan dengan China menyangkut tata perilaku di wilayah sengketa Laut China Selatan.

Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa, yang memainkan peran kunci dalam upaya untuk pencapaian kompromi, menyatakan "kekecewaan yang sangat mendalam" atas tidak tercapainya konsensus oleh ASEAN, lapor AFP.

"Masih ada pandangan bersama yang kita harus memperkuat upaya-upaya kita mengerjakan COC (tata perilaku), untuk memulai pembicaraan kita dengan pihak China tentang COC," tambahnya.

ASEAN terdiri Kamboja, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Laos, Vietnam, Myanmar, Thailand, Singapura dan Indonesia

Hari-hari diplomatik yang panas dalam pertemuan ASEAN itu berakhir hari Jumat dengan kegagalan karena posisi negara-negara ASEAN terhadap China terpecah hingga untuk pertama kalinya dalam sejarah, ASEAN gagal mengeluarkan pernyataan bersama.

Para menteri luar negeri kesepuluh negara ASEAN sejak Senin terus berdebat untuk menghasilkan pernyataan diplomatik.

Kegagalan itu berarti menahan kemajuan pembahasan tentang tata perilaku (code of conduct), yaitu aturan yang ditujukan untuk menenangkan ketegangan dalam masalah Laut China Selatan.

China mengklaim kedaulatan hampir di seluruh wilayah laut yang kaya akan sumber daya dan merupakan jalur pelayaran utama itu.

Namun, beberapa negara anggota ASEAN, yaitu Filipina, Vietnam, Malaysia dan Brunei juga sama-sama mengklaim wilayah tersebut.

Tata perilaku, yang sudah lama tertunda dan sangat didukung oleh Amerika Serikat, dianggap menjadi sebuah cara untuk mengurangi kemunginan pertengkaran menyangkut perikanan, hak-hak pelayaran ataupun eksplorasi minyak dan gas, bergerak menjadi konflik bersenjata.

Filipina mengecam kegagalan tersebut di akhir pertemuan hari Jumat dengan mengatakan pihaknya "menyayangkan komunike bersama tidak dihasilkan... yang belum pernah terjadi sebelumnya selama 45 tahun keberadaan ASEAN".

Filipina sebelumnya bersikeras agar ASEAN meninjau kebuntuan dengan China bulan lalu soal daerah yang disebut Dangkalan Scarborough, namun Kamboja --yang merupakan sekutu Bejing serta ketua pertemuan ASEAN-- menolak.

Filipina dan Amerika Serikat pekan ini menyerukan ASEAN bersatu untuk berunding dengan China, sementara Beijing lebih menginginkan untuk menempuh cara invidual dalam menangani klaim bertumpuk oleh negara-negara atas Laut China Selatan.

China merupakan penyokong penting Kamboja --tuan rumah yang paling banyak menuai kritik-- dan sejumlah diplomat mengatakan bahwa Beijing selama di Phnom Penh melakukan tekanan agar sengketa Laut China Selatan tidak disebut-sebut di dalam komunike.

Menteri Luar Negeri Kamboja Hor Namhong menyesalkan adanya perselisihan di dalam ASEAN, namun ia mengatakan pihaknya "tidak dapat menerima bahwa komunike bersama dijadikan penyanderaan masalah bilateral (antara Filipina dan China)".

Para menteri luar negeri pada hari Minggu lalu mengatakan mereka telah menyepakati "unsur-unsur penting" rancangan COC yang akan disampaikan kepada China.

China sendiri bersikap terbuka terhadap ide soal memulai negosiasi --hampir 10 tahun sejak ide tersebut disepakati untuk pertama kalinya-- namun mengatakan pihaknya hanya akan memulai negosiasi "kalau kondisinya sudah matang".

Para analis mengatakan gesekan yang terjadi bisa "mencemari" masa depan perundingan antara ASEAN dan China.

"Kamboja telah menunjukkan dirinya sendiri sebagai kuda tunggangan China. Ini akan membuat perundingan soal tata perilaku dengan China menjadi semakin sulit," kata pakar Asia Tenggara, Carl Thayer.

"Sulit dipercaya bahwa menteri-menteri ASEAN tidak dapat mencapai formulasi yang memuaskan semua pihak." (T008/RN)

Posted by Automotive at 9:00 AM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Pemerintah lelang sukuk proyek Rp1 triliun
    Pemerintah akan melelang empat seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara berbasis proyek dengan target indikatif Rp1 trili...
  • Kadin: banyak barang impor tidak sesuai SNI
    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa hingga saat ini, masih banyak barang-barang yang masuk ke Indonesia tidak sesua...
  • Pakar: stop pemborosan biaya branding di BUMN
    Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu berbenah dalam strategi "branding" korporasinya karena saat ini apa yang dilakukan dalam usa...
  • Pakar: bahan bakar bioetanol perlu mesin khusus
    Penggunaan bahan bakar bioetanol untuk kendaraan bermotor membutuhkan mesin khusus yang mampu menampung uap alkohol, demikian dikatakan Pene...
  • Azarenka kembali nomor satu dunia
    Petenis Belarus, Victoria Azarenka, kembali merebut peringkat satu dunia pada daftar peringkat terakhir yang dirilis hari ini, berkat kemena...
  • Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya
    Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Analis: indeks akan menguji "resistance" 4.239
    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis secara teknikal akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dengan menguji re...
  • DPD dan institusi lain sepakat cari fakta
    Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan sejumlah institusi lainnya sepakat untuk mencari fakta terkait dengan kasus penembak...
  • Syafii Maarif: agama menghargai kearifan lokal
    Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif menyatakan bahwa agama sangat menghargai dan tidak bertentangan dengan kearifan ...
 
Copyright © 2011. melintas sekilas . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates