melintas sekilas

  • HOME
  • About Us
  • Contact Us
  • National
  • Politics
  • Business
  • e-Paper
  • Sains
  • Sport
  • World
  • Opinion
  • Music
  • Video
  • Download
  • Site Map
  • More
skip to main | skip to sidebar

Pakar: "supermoon" jangan dikaitkan dengan bencana

Written By Automotive on Saturday, May 5, 2012 | 3:00 PM

Bulan yang bulat dan seolah tampak besar serta bersinar keemasan (supermoon) pada Sabtu malam jangan dikait-kaitkan dengan ramalan akan datangnya bencana, kata pakar astronomi Thomas Djamaluddin.
SRC:www.antaranews.com

Ilustrasi perbandingan bulan purnama biasa dengan supermoon. Pengamatan fenomena orbital bulan terhadap Bumi ini akan lebih sempurna jika memakai teleskop. (istimewa)





Jakarta (ANTARA News) - Bulan yang bulat dan seolah tampak besar serta bersinar keemasan (supermoon) pada Sabtu malam jangan dikait-kaitkan dengan ramalan akan datangnya bencana, kata pakar astronomi Thomas Djamaluddin.

"Tidak ada dampak apa pun," kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) tersebut yang dihubungi dari Jakarta, Sabtu malam.

Menurut dia, astronomi tak mengenal istilah supermoon, selain itu astronomi juga tak pernah mengaitkannya dengan bencana.

Istilah supermoon dan kaitannya dengan bencana, urainya, hanya ada dalam astrologi, dan astrologi adalah pemahaman bahwa posisi benda-benda langit berpengaruh pada nasib kehidupan manusia di bumi.

"Namun astrologi bukanlah cabang sains, sedangkan astronomi adalah cabang sains atau ilmu pengetahuan yang mempelajari gerakan dan kondisi fisik benda-benda langit," katanya.

Sesungguhnya, ujarnya, puncak purnama terjadi pada Minggu pagi 6 Mei pukul 10.35 WIB dengan perigee (jarak terdekat) bulan dengan bumi terjadi pada pukul 10:34 WIB pada jarak 357.000 km, 27.000 km lebih dekat dari rata-ratanya 384.000 km.

Menanggapi supermoon, ia juga mengatakan, orang awam sebenarnya sulit melihat penambahan ukuran dan kecerlangan bulan di saat purnama terdekat tersebut.

"Mengapa gambar-gambar di internet menampakkan bulan tampak besar sekali? Sebenarnya itu hanya efek relatif perbandingan bulan dan objek latar depan," ujarnya.

Menurut dia, kejadian jarak bulan terdekat dengan bumi (perigee) adalah peristiwa bulanan, dimana periodenya sekitar 27,3 hari. Sedangkan peristiwa purnama juga kejadian bulanan dengan periode sekitar 29,5 hari.

Karena perbedaan periode ini, perigee tidak selalu bersamaan dengan purnama, tambahnya.

Peristiwa perigee yang bersamaan dengan purnama, baru akan berulang lagi setelah 18 tahun, yaitu kelipatan 241 x 27,3 hari yang sama dengan 223 x 29,5 hari.

Bulan pada posisi paling dekat dengan bumi, urainya, memang berdampak pada makin menguatnya efek pasang surut di bumi, terutama pada air laut.

"Air laut akan makin tinggi dalam kondisi ini. Bila itu bersamaan dengan purnama, ada efek penguatan juga dari gaya pasang surut matahari, sehingga efek pasang surut cenderung paling kuat. Tapi bukan berarti bencana," katanya.(T.D009/Z002)

Posted by Automotive at 3:00 PM
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts Today

  • Pemerintah lelang sukuk proyek Rp1 triliun
    Pemerintah akan melelang empat seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara berbasis proyek dengan target indikatif Rp1 trili...
  • Kadin: banyak barang impor tidak sesuai SNI
    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa hingga saat ini, masih banyak barang-barang yang masuk ke Indonesia tidak sesua...
  • Lima orang terkubur tanah longsor di China barat daya
    Lima orang terkubur oleh tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Provinsi Guizhou, barat daya China, kata pihak berwenang Jumat.
  • Pakar: bahan bakar bioetanol perlu mesin khusus
    Penggunaan bahan bakar bioetanol untuk kendaraan bermotor membutuhkan mesin khusus yang mampu menampung uap alkohol, demikian dikatakan Pene...
  • DPD dan institusi lain sepakat cari fakta
    Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan sejumlah institusi lainnya sepakat untuk mencari fakta terkait dengan kasus penembak...
  • Pakar: stop pemborosan biaya branding di BUMN
    Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu berbenah dalam strategi "branding" korporasinya karena saat ini apa yang dilakukan dalam usa...
  • Azarenka kembali nomor satu dunia
    Petenis Belarus, Victoria Azarenka, kembali merebut peringkat satu dunia pada daftar peringkat terakhir yang dirilis hari ini, berkat kemena...
  • Pasukan PBB dan Kongo serang pemberontak
    Pasukan PBB dan tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) menggunakan helikopter-helikopter tempur Kamis menyerang tentara yang memberontak ya...
  • Kawanan perampok bawa kabur delapan kilogram emas
    Kawanan perampok bersenjata api yang beraksi di Toko Emas Matahari, Pasar Lebeng, Cilacap, pagi tadi, membawa kabur sekitar delapan kilogram...
  • Analis: indeks akan menguji "resistance" 4.239
    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis secara teknikal akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dengan menguji re...
 
Copyright © 2011. melintas sekilas . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Design by Herdiansyah. Published by Borneo Templates